Rebutan Ketua MPR

Kenapa ke Surya Paloh, Kok Gak ke Bu Mega Aja Sih

NS/RN
Kenapa ke Surya Paloh, Kok Gak ke Bu Mega Aja Sih

RADAR NONSTOP - Tiga ketua umum berkumpul di markas Nasdem, kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Sang tuan rumah, Surya Paloh bak magnet dalam hiruk pikuk perebutan ketua MPR. 

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar terlihat sumringah usai pertemuan. Dilihat dari gestur tubuh para koalisi Jokowi itu nampaknya mereka happy dan nyaman. 

Golkar, PKB, PPP dan Nasdem bisa saja sudah sepakat siapa yang bakal duduk di kursi empuk. Sebab, pertarungan parlemen hanya meninggalkan kursi lowong yakni pimpinan MPR. 

Pertanyaannya kenapa mereka ke Surya Paloh dan bukan ke Ketua Umum PDIP Megawati? 

Tanpa PDIP, mungkin empat parpol ini langkah awal adalah menyamakan persepsi. Ya, persepsi untuk mengahdang manuver koalisi Prabowo yang juga kepingin kursi ketua MPR. 

Ketika persepsi sudah satu, mereka bakal menemui Mega. Banyak persepsi, kalau pertemuan itu untuk mengunci PDIP sebagai pemenang pemilu. 

Apalagi, PDIP juga sudah memunculkan dua nama yakni Menkum HAM Yassona Laoly dan Ahmad Basarah sebagai ketua MPR. 

Belum lagi PAN dan Demokrat memang sudah ancang-ancang mengambil kursi yang saat ini diduduki oleh Zulkifli Hasan. Bahkan, Gerindra juga ngiler ingin mendapatkannya. 

Syarat rekonsiliasi tentunya bukan sekedar pertemuan dan makan bareng. Karena dalam sejarah rekonsiliasi yang akhirnya menjadi koalisi harus ada yang dibayar. 

Bayar posisi, bayar kabinet dan entah apa istilah yang pasti harus ada barter. Bagi-bagi posisi atau jabatan tentunya untuk mengakomodir program yang sudah digaungkan saat kampanye pilpres. 

Ada sekitar 85 juta suara yang telah mencoblos Prabowo-Sandi. Suara ini tentunya bukan kecil dan harus dirawat hingga 2024. 

Pertemuan Surya Paloh, Airlangga, Muhaimmin Iskandar alias Cak Imin dan Suharso Monoarfa adalah sinyal bahwa mereka kuat dan solid. Tapi, rasa solidaritas ini tentunya bisa berubah. 

Karena politik bukan harga mati. Harus ada yang dikorbankan. Bisa saja empat parpol yang bertemu di Gondangdia berubah haluan karena untuk kepentingan bersama. 

Publik tentunya akan menunggu kejutan selanjutnya, siapakah pelobi ulung yang bisa mendapatkan kursi ketua MPR? 

Diketahui, perebutan kursi ketua MPR selalu penuh kejutan. Saat itu PDIP yang berdiri digaris oposisi tiba-tiba almarhum Taufiq Kiemas terpilih menjadi ketua MPR. 

Lalu, Zulkifli Hassan yang mengejutkan mendapatkan kursi MPR karena terjadianya kisruh dalam undang-undang susunan dan kelengkapan DPR dan MPR.

#Opini   #MPR   #PDIP