Jangan Hanya PIN

Ayo... Berani Gak PSI Tolak Gaji DPRD DKI?  

RM/NS/RN
Ayo... Berani Gak PSI Tolak Gaji DPRD DKI?  

RADAR NONSTOP - Penolakan PIN emas bagi anggota DPRD DKI Jakarta jadi cibiran. Para politisi Kebon Sirih menuding PSI sedang pencitraan. 

Sebab, PIN emas diberikan bukan hanya pada anggota DPRD DKI Jakarta saja, tapi beberapa daerah juga mendapatkannya. Fungsi PIN emas juga agar tahan lama hingga lima tahun. 

Karena jika PIN terbuat dari kuningan atau besi bisa saja berkarat. "Lagi cari sensasi lah. Biasa namanya juga parpol baru," tegas Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik dalam siaran persnya ke redaksi, Kamis (21/8) malam. 

Taufik menantang jika memang PSI menolak PIN emas atas dasar pemborosan apa mereka mau menolak gaji. "Mau gak dia nolak gaji. Sekalian dong jangan tanggung-tanggung," ucapnya. 

Taufik menyatakan, penolakan PIN emas adalah hal wajar. "Ya mungkin itu tadi PSI lagi menunjukan jati diri. Wajarlah itukan hak mereka," ungkapnya. 

Diketahui, PSI mengantarkan wakilnya sekitar 8 orang ke Kebon Sirih. Jumlah ini tentu mengejutkan karena banyak partai lama seperti Golkar, PPP dan Nasdem malah anjlok kursinya. Bahkan, Hanura sama sekali tak dapat kursi. 

"Kami selalu deh, kalau bicara transparansi, efisiensi, melawan korupsi dibilangnya publisitas. Jadinya kami juga bingung mau komentar apa. Maksudnya kalau mau cari publisitas cerita polemik asmara atau aib, ya ok lah publisitas. Masak kalau bicara transparansi, efisiensi, melawan korupsi, dibilang publisitas? Paling Bang Taufik lagi bercanda saja," sebut Wakil Ketua DPW PSI DKI Jakarta Rian Ernest kepada wartawan, Rabu (21/8/2019) malam.

Kata dia, konteks pin emas dan konteks gaji hal yang berbeda. Kalau pin emas kemewahan tidak perlu, sedangkan gaji adalah apresiasi kepada anggota dewan dan itu gaji yang halal. "Jadi tidak bisa disamakan," kata Ernest.