Ibukota Mau Pindah, 250 Ahli Kota Dari 40 Negara Sebut Perubahan DKI Cepat 

NS/RN
Ibukota Mau Pindah, 250 Ahli Kota Dari 40 Negara Sebut Perubahan DKI Cepat 
Para ahli tata kota dari 40 negara di dunia.

RADAR NONSTOP - 250 ahli kota dari 40 negara di dunia mendatangi Jakarta. Kota seluas 7.659,02 km2 ini dinilai kota paling menarik di Asia Tenggara.

Dengan bobot penduduk sekitar 10 juta, Jakarta dinilai dinamis dan ada keterkaitan yang sangat kuat dengan kota-kota penyangga di sekitarnya.

Para ahli kota dunia yang tergabung dalam International Society of City and Regional Planners (Isocarp) ini rencananya akan keliling ke beberapa lokasi.

Presiden Isocarp, Martin Dubbeling menyampaikan, Jakarta adalah kota yang paling menarik di Asia Tenggara. Memiliki penduduk hampir 10 juta jiwa dan memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan kota-kota penyangga di sekitarnya. 

"Perubahan yang cepat dan signifikan ke arah yang lebih baik selama sepuluh tahun terakhir juga menjadi daya tarik bagi lebih dari 250 perencana kota se dunia untuk hadir di Jakarta saat ini," tandasnya di Balaikota, Senin (9/9).

Peserta Technical Tour Introduction hari ini akan mengajak perencana kota dari 40 negara tersebut untuk berkunjung ke kawasan Kota Tua, Dukuh Atas, dan Kampung Akuarium.

Sementara Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyambut kedatangan lebih dari 250 perencana kota dari 40 negara dalam rangka Technical Tour Introduction yang menjadi rangkaian kegiatan Kongres ke-55 Isocarp.

Pada kesempatan itu, Gubernur Anies menjelaskan, pembangunan di Jakarta dioptimalkan melalui pendekatan partisipatif kolaboratif. 

Artinya, masyarakat diberikan peran dan dilibatkan mulai dari tahap perencanaan. Sehingga, pembangunan yang dihasilkan juga bisa betul-betul sesuai dengan kebutuhan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

"Konsep City 4.0 yang diusung hari ini memungkinkan masyarakat untuk berperan serta dalam perencanaan dan pembangunan kota," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, saat memberikan sambutan sekaligus membuka pelaksanaan Technical Tour Introduction, Senin (9/9).

Ia menambahkan, program-program pembangunan, termasuk infrastruktur juga dilakukan untuk mendorong kesetaraan, memberikan aksesibilitas bagi semua warga Jakarta, tidak terkecuali bagi penyandang disabilitas.

"Kami ingin pembangunan itu bisa dirasakan dan digunakan semua warga Jakarta. Kita bangun Jakarta yang memenuhi kesetaraan. Kami berharap, para perencana kota juga dapat memberikan sumbangsih pemikiran bagi kota Jakarta ke depan," terangnya.

Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Perencana (IAP) Indonesia, Hendricus Andy Simarmata menyatakan, ini adalah kali pertama Kongres Perencana Kota se-Dunia dilaksanakan di Asia Tenggara dimana Jakarta bersama Bogor terpilih menjadi tuan rumah karena merupakan kota yang paling dinamis perkembangannya. 

"Sesuai dengan tema yang kami angkat, Beyond the Metropolis, banyak pelajaran yang bisa diambil oleh profesional perencana kota di seluruh dunia seperti, cara memanfaatkan urbanisasi yang cepat, integrasi transportasi multi-moda, pengelolaan air secara terpadu, serta pemanfaatan ruang," terangnya.

Diketahui, pemerintah pusat sedang merancang pemundahan ibukota ke Kalimantan Timur. Di kawasan Indonesia Timur itu, nantinya akan dijadikan pusat pemerintahan dan Jakarta tetap menjadi pusat ekonomi nasional.