Duit Obat Rp 923 Juta Kok Belum Tuntas, Semoga Stok di Kecamatan Masih Banyak

Syamsul Ma'arif
Duit Obat Rp 923 Juta Kok Belum Tuntas, Semoga Stok di Kecamatan Masih Banyak
Sekertaris Dinkes Pandeglang, Mursidi

RADAR NONSTOP - Anggaran besar bukan berarti proses cepat. Di Kabupaten Pandeglang, Banten, anggaran Rp 923, 6 juta yang digelontorkan untuk pengadaan obat non-ecatalog hingga kini belum tuntas.

Pantauan radarnonstop.co (Rakyat Merdeka Group) pengadaan obat tersebut saat ini masih dalam tahap proses lelang yang dibuka sejak tanggal 3 Oktober 2019 kemarin di web lpse.pandeglangkab.go.id

Sekertaris Dinkes Pandeglang, Mursidi mengaku pengalokasian anggaran itu  berdasarkan atas apa yang menjadi  kebutuhan obat yang sudah diajukan oleh masing-masing puskesmas.

"Kalau penganggaran ada. Udah masuk ke ULP, dalam waktu dekat ini sudah ada ketersediaan obat," kata Mursidi, Selasa (08/10/2019).

Kendati demikian, ia tidak bisa menyebutkan mengenai jenis obat yang dibutuhkan. Namun yang pasti hal tersebut sudah diatur oleh bagian farmasi dan obat.

"Kalau jenisnya itu ke teknis, obatnya terlalu banyak makanya saya kurang ingat," imbuhnya.

Saat disinggung kebutuhan obat pada setiap kecamatan, Mursidi mengaku jika obat harus ada stok. Hal tersebut agar stok obat tidak mengalami kekurangan.

"Ada sistemnya, penggunaan obat itu laporannya ada. Di kami ada yang namanya stok minimal dan maksimal, stok maksimal itu untuk beberapa bulan. Yang pasti obat jangan sampai kekurangan obat, yang namanya obat jangan sampai kehabisan," bebernya.