Atlet Diklaim Kalsel dan Papua, KONI DKI Protes di Pra PON Anggar

NS/RN
Atlet Diklaim Kalsel dan Papua, KONI DKI Protes di Pra PON Anggar
Tim KONI DKI Jakarta bersama pengurus Pengprov IKASI Jakarta saat koordinasi di lokasi Pra PON, Semarang, Jawa Tengah.

RADAR NONSTOP - Menjelang pelaksanaan PON di Papua tahun 2020 aksi saling klaim atlet terjadi. Seperti dialami oleh DKI Jakarta.

Tiga atlet anggar unggulannya diklaim oleh daerah lain. Saat verifikasi peserta Pra PON dan Kejurnas Anggar di Universitas Semarang, Jawa Tengah, KONI DKI Jakarta memprotes atletnya yakni Daffa, Vorin dan Zahra yang diakui oleh daerah lain.

Ketua Bidang Hukum KONI DKI Jakarta Aldwin Rahadian mengaku, hingga saat ini ketiga atlet tersebut masih milik Jakarta. "Aturan pemindahan atlet kan sudah jelas atlet tersebut masih milik Jakarta," tegasnya saat ditemui wartawan di Universitas Semarang, Rabu (9/10) malam.

Tim DKI Jakarta saat berdialog dengan pihak panitia Pra PON Anggar.

Aldwin Rahadian menyatakan, mutasi atlet sudah diatur dalam surat keputusan (SK) KONI Pusat nomor 22 tahun 2016. "Di sana sudah diatur dengan jelas. Dan pijakan kami ya SK KONI Pusat saja," ungkapnya ditemani oleh Wakabid Binpres KONI DKI Jakarta Ferry Watimena.

Dari penelusuran wartawan, kalau Daffa diklaim sebagai atlet Kalimantan Selatan (Kalsel) sedangkan Vorin serta Zahra oleh Papua. Hingga berita ini diturunkan, pihak Papua dan Kalsel belum bisa dihubungi.