100 Ribu Terancam Nganggur

Ramai-Ramai Pabrik di Banten Pindah, Pekerja: Kami Pasrah, Paling Narik Ojol

NS/RN/CR
Ramai-Ramai Pabrik di Banten Pindah, Pekerja: Kami Pasrah, Paling Narik Ojol
Ilustrasi

RADAR NONSTOP - Pabrik di Banten ramai-ramai pindah. Kepindahan pabrik lantaran perusahaan tak lagi mampu membayar tenaga pekerja. 

UMP 2019 Banten hanya Rp 2,2 juta dan UMP 2020 sebesar Rp 2,4 juta. Namun, upah minimum kabupaten/kota (UMK) justru jauh lebih tinggi.

UMK Kota Cilegon misalnya Rp 3,91 juta, UMK Kota Tangerang sebesar Rp 3,86 juta, UMK Kabupaten Tangerang Rp 3,84 juta, Kabupaten Serang Rp 3,82 juta.

BERITA TERKAIT :
DPC IPHI Tangerang Merespon Seruan DPD IPHI Banten Soal Peduli Sesama
Makan Bareng Anak Yatim, DPD IPHI Banten Serukan Anggota Sisihkan 2,5 Persen Untuk Santunan

Sementara UMK sektoral jauh lebih tinggi lagi. UMK di Tangerang pada 2019 mencapai Rp 3,8 juta, tapi UMK sektoral untuk industri alas kaki mencapai Rp 4 juta.

"Paling kami narik jadi ojeg online (ojol). Memang pabrik saya pindah ke Jawa Tengah," aku Sodikin, warga Serang, Banten, Jumat (15/11). 

Begitu juga dengan Adang. Bapak satu anak ini sudah pasrah karena pabriknya sudah mengumumkan pindah ke Banyumas. "Ya sudah pasrah ajalah. Paling narik ojol," ucapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten Babar Soeharso mengatakan pabrik sepatu dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 100 ribu orang akan hengkang dari Banten mulai 2020. 

Ketiga pabrik itu tersebar di wilayah Tangerang. Ini jadi ancaman potensi pengangguran di Banten makin bertambah, Banten saat ini jadi provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia.

Babar Soeharso menuturkan berdasarkan informasi dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ada tiga pabrik persepatuan dipastikan membuat pabrik baru di luar Banten yaitu di Jateng.


 

#Banten   #Pabrik   #Ojol