Dikunjungi Bupati Bekasi, Masyarakat Desa Pantai Bahagia Malah Kecewa, Ini Alasannya

SAR/BUD
Dikunjungi Bupati Bekasi, Masyarakat Desa Pantai Bahagia Malah Kecewa, Ini Alasannya
Spanduk selamat datang Bupati Bekasi

RADAR NONSTOP - Masyarakat Kampung Pantai Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong mengaku kecewa dengan Bupati Bekasi Eka Surpria Atmaja dan rombongan yang berkunjung untuk melihat destinasi wisata di wilayah itu, Minggu (17/11).

Pasalnya, dalam kunjungan itu, Bupati beserta jajaranya sekaligus mensosialisasikan bahwa di wilayahnya tidak mendapat prioritas pengembangan sektor wisata.

Ketua Pokdarwis ALIPBATA, Sonhaji mengatakan, pihaknya dan masyarakat sangat kecewa pasca kunjungan itu. Sebab, kata dia wilayahnya tidak mendapat prioritas alokasi pengembangan pembangunan untuk menunjang dan memajukan sektor wisata di wilayahnya.

"Kami Pokdarwis dan masyarakat sangat kecewa dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi dan kunjungan itu. Sebab kami seperti di anak tirikan," tandasnya.

Padahal kata dia, Pokdarwis yang tertua adalah ALIPBATA yang dibentuk oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi. Dan masuk dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bekasi tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA).

Namun anehnya, lanjut dia, ketika ada bantuan sebesar Rp 32 miliar dari Pemprov Jabar, Pokdarwis ALIPBATA tidak mendapat alokasi sama sekali. Diketahui, Anggaran sebesar itu hanya untuk pengembangan destinasi yang ada di Desa Pantai Bakti saja.

"Harusnya bisa adil, minimal anggaran sebesar itu, 50 persen untuk pengembangan destinasi Pantai beting," imbuhnya.

Pihaknya juga tidak tahu secara jelas acara kunjungan Bupati Bekasi itu. Sebab, kata dia, minimnya komunikasi dari pihak Dinas Pariwisata.

"Kami juga tidak tahu kunjungan kerja atau apa, kan hari minggu juga. Karena kurang komunikasi dari Dinas terkait," papar pria yang juga menjabat Kaur di Pemerintahan Desa Pantai Bahagia tersebut.

Pihaknya berharap, ke depan Bupati Bekasi melalui Dinas Pariwisata bisa adil dan lebih serius lagi dalam memajukan destinasi wisata di wilayahnya. Jangan hanya sekedar acara seremonial, tapi tidak ada dampak positifnya. Sebab sambung dia, yang terpenting dalam memajukan sebuah destinasi wisata adalah sarana infrastrukturnya.

"Kalau misalnya terus seperti ini, kami akan melayangkan surat untuk mundur dari Dinas Pariwisata," ujarnya kecewa.

BERITA TERKAIT :
Izin Gak Kelar, Pemilik Kampus Di Sukawangi Sempat Ingin Hentikan Pembangunan?
Diresmikan Kajari Dan Asda I, Lima SMPN Di Kab. Bekasi Bikin Kantin Kejujuran