Rp700 Miliar Untuk Seremonial

Dianggap Pemborosan APBD, Disparbud DKI: Itu Persepsi Orang

RN/CR
Dianggap Pemborosan APBD, Disparbud DKI: Itu Persepsi Orang
Alberto Ali -Net

RADAR NONTOP - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menganggarkan Rp700 miliar pada tahun ini untuk acara seremonial berbungkus festival dan promosi.

Anggaran jumbo tersebut pun menjadi perhatian publik dan dianggap pemborosan. Sebab, masih banyak kebutuhan yang lebih mendesak yang manfaatnya langsung bisa dirasakan warga Jakarta. 

Namun, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Parisiwasata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Alberto Ali keukeh anggaran itu harus tetap ada dan masa bodo dengan anggapan rakyat Jakarta.

BERITA TERKAIT :
Pembangunan Pos Satpam Sekolah Rp9,1 Juta Per Meter, Lebih Mahal Dari Gedung

"Ya tergantung persepsi orang ya. Kalau melihatnya hanya menghamburkan anggaran ya itu kan pandangan yang memang menurut mereka tidak tahu secara keseluruhan bahwa kita kan punya strategi dari Januari hingga Desember itu. Tujuannya agar setiap bulan ada pegelaran atau atraksi yang bisa dinikmati wisatawan. Bukan hanya di penghujung tahun tapi di awal-awal," ujar Alberto kepada awak media usai Festival Pesona Lokal di Gelora Bung Karno, Sabtu (16/11/2019).

Alberto mengungkapkan, puluhan festival sudah digelar oleh Dinas Parisiwisata dan Kebudayaan sepanjang 2019 ini di antaranya Festival Cap Go Meh, Jakarta Muharram Festival, Festival Pecinan, Festival Kota Tua, hingga yang teranyar Festival Pesona Lokal dan Jakarta International Performing Arts (JakIPA).

Alberto mengklaim puluhan festival dan kegiatan promosi lainnya yang digelar bertujuan untuk meraih target kunjungan wisata mancanegara hingga 2,9 juta sampai akhir tahun ini.

Menurutnya, festival lebih banyak dititikberatkan di akhir tahun karena pertimbangan musim liburan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

"Sampai Agustus kemarin sudah 1,2 juta wisman yang masuk ke Jakarta. Kita harapkan tercapai hingga akhir tahun ini," ungkapnya.

Ia menilai keterlibatan swasta cukup besar dalam penyelenggaraan festival.

"Saya rasa kita tidak dalam konteks menghabiskan anggaran. Semua yang kita lakukan itu kolaborasi, dengan swasta jadi tidak semata-mata menggunakan APBD," tegasnya.