Minggu,  31 May 2020

Massa Reuni 212 Pertanyakan Sikap Polisi Yang Tidak Menangkap Sukmawati

RN/CR
Massa Reuni 212 Pertanyakan Sikap Polisi Yang Tidak Menangkap Sukmawati
Sukmawati Soekarnoputri -Net

RADAR NONSTOP - Massa Reuni 212 mempertanyakan sikap polisi yang hingga saat ini tidak menangkap Sukmawati.

Putri proklamator itu dinilai telah melakukan penistaan agama dengan puisi dan pernyataan - pernyataannya yang kontroversial. Terakhir soal membandingkan Soekarno dengan Nabi Muhammad SAW.

Yel - yel tangkap Sukmawati bergema berbarengan dengan harapan kepulangan Habib Rizieq Shihab.

BERITA TERKAIT :
Diduga Telah Menghina Nabi Tapi Bebas Berkeliaran, PA 212 Demo Mabes Polri
Hadir Reuni 212 Pakai Baju Dinas, Politisi Gerindra DKI Sebut Pengeritik Gak Ada Kerjaan

Seorang panitia menanyakan tingkat kerinduan peserta Reuni Akbar 212 terhadap Habib Rizieq. Setelah itu, panitia tersebut mengungkapkan bahwa Rizieq akan segera pulang ke Tanah Air.

"Inysaallah beliau akan pulang. Siap semarakkan penjemputan Imam Besar?" tanya panitia yang dijawab peserta dengan teriakan siap.

Setelah itu, panitia acara mengajak peserta untuk menyayikan yel. Panitia beranggapan terdapat pihak yang panik andai Rizieq kembali ke Tanah Air.

"Panik, panik, panik, ada yang panik. Ada yang panik Habib Rizieq pulang," ucap panitia menyanyikan yel yang kemudian diikuti oleh peserta acara.

Setelah yel tersebut, seorang panitia berbicara dugaan penistaan agama oleh Sukmawati. Seorang panitia heran Sukmawati tidak ditangkap kepolisian setelah dianggap menghina Nabi Muhammad S.A.W.

"Jangan sampai umat putus asa dengan penegakan hukum," ungkap seorang panitia dari atas panggung utama Reuni Akbar 212.

Kemudian, panitia acara menyanyikan yel atas sikap aparat kepolisian yang tidak menangkap Sukmawati setelah diduga menistakan agama.

"Tangkap, tangkap, tangkap, tangkap si bu suk. Tangkap si bu suk sekarang juga. Tangkap, tangkap, tangkap, tangkap, munafik. Tangkap munafik sekarang juga," timpal dia.