Biaya PON Papua Tinggi, Provinsi Penerima Hibah Terbesar Bakal Juara Umum 

NS/RN/CR
Biaya PON Papua Tinggi, Provinsi Penerima Hibah Terbesar Bakal Juara Umum 
Ilustrasi

RADAR NONSTOP - PON Papua sudah di depan mata. Beberapa daerah sudah menyiapkan atlet untuk berlaga di bumi Cendra Wasih. 

DKI Jakarta yang dipatok untuk menjadi juara umum PON Papua kabarnya hanya mendapatkan dana dari APBD DKI Jakarta sebelumnya dana untuk PON Papua sekitar Rp 387 miliar tapi hasilnya sekitar Rp 271 miliar. 

Dana itu tentunya jauh dari harapan, karena harga tiket ke Papua jauh lebih tinggi dari Pulau Jawa dan Sumatera. Apalagi DKI Jakarta akan memberangkatkan sekitar 1300 sampai 1500 orang terdiri dari, atlet, pelatih dan aspel serta official kontingen.

BERITA TERKAIT :
Anies Baswedan Seperti Sendiri Menangkis Serangan?
Jatim Siap Gelar PON, Tapi Venue Yang Layak Ada Di Jakarta Dan Sumsel

Kebutuhan pembinaan prestasi olahraga memang tidak sedikit. Biasanya, induk olahraga provinsi yakni KONI DKI Jakarta selain memberikan honor ke atlet, pelatih dan aspel serta para bibit atlet (Lapis II) juga harus melakukan  training camp (TC) baik di dalam negeri maupun luar negeri. 

Sebelum TC, para atlet biasanya sudah dipusatkan pada pelatihan daerah atau pelatda. Pada 2019, KONI DKI Jakarta mendapatkan dana hibah sekitar Rp 241 miliar. 

Jika merujuk pada PON Riau 2012, KONI DKI Jakarta mendapatkan sekitar Rp 321 miliar dan berhasil menjadi juara umum menumbangkan Jawa Timur, Jawa Barat serta Jawa Tengah.  

Saat PON Jawa Barat pada 2016, KONI DKI Jakarta hanya mendapatkan Rp 200 miliar dan berada diperingkat ketiga di bawah Jawa Barat dan Jawa Timur. 

Diketahui, untuk Jawa Barat dan Jawa Timur kisaran dana hibah Rp 400 miliar. Jika dibandingkan dengan DKI Jakarta yang hanya Rp 271 miliar tentunya tidak ada artinya. 

Data dari tiket online pada Kamis (5/12) menyebutkan, untuk penerbangan Jakarta ke Jayapura, Papua dengan maskapai Lion Air sekitar Rp 5,8 juta per orang. Jika naik Garuda Indonesia sekitar Rp 10 juta per orang.

Diketahui, sejak Oktober 2019, honor atlet dan pelatih serta aspel di Jakarta sudah naik. Atlet dari Rp 4,5 juta menjadi Rp 7,5 juta, pelatih dari Rp 6 juta menjadi rp 9 juta. 

Lalu, asisten pelatih atau aspel  dari Rp 4.750.000 menjadi Rp 7.750,000 juta. Kenaikan ini belum terhitung pajak. 

Kenaikan itu belum ditambah dengan anggaran ekstra puding atau vitamin yang masing-masing atlet, pelatih dan aspel menerima Rp 1 juta per bulannya.