Senin,  13 July 2020

Apa Kabar Cawagub DKI

Kok Ngilang Ditengah Wabah Corona, Mana Nih Kepeduliannya?

RN/CR
Kok Ngilang Ditengah Wabah Corona, Mana Nih Kepeduliannya?
Ahmad Riza Patria (Gerindra) dan Nurmansjah Lubis (PKS) -Net

RADAR NONSTOP - Kepedulian dua calon   Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Partai Gerindra) dan Nurmansjah Lubis (PKS) kepada warga Ibu Kota ditengah mewabahnya virus corona dipertanyakan.

Soalnya, kedua calon kayak seperti hilang ditelan bumi usai terbitnya surat penundaan rapat paripurna Pilwagub. Semula dijadwalkan 23 Maret 2020, namun karena penyebaran Covid -19 yang semakin mengkhawatirkan, pimpinan dewan dengan bijaksana memutuskan penundaan hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

“Iya nih, mane kepedulian calon - calon itu kepada warga. Masa iya bagi masker atu aja atau hand sanitizer sebiji aje kagak bisa,” ujar Novi (34) Warga Ciracas, Jakarta Timur.

BERITA TERKAIT :
Kesadaran Masih Kurang, 50 Warga Tangsel Tanpa Masker Terjaring Satpol PP
Ada ASN Kota Bekasi Mulai Terpapar Covid-19, Pemkot Ko Diam- diam Aja?

“Tapi nggak salah juga sih yee, kalau kedua calon nggak peduli dengan kondisi masyarakat Jakarta. Pan mereka ngomongnye juga siap bantu gubernur, bukan bantu warge. Jadi kalau belum terpilih jadi Wagub ya wajarlah ngilang, nggak ada kepekaan sama sekali dengan kondisi masyarakat,” imbuh Novi yang mengaku saat ini sangat kesulitan mendapatkan masker dan hand sanitizer.

Hal senada juga dikatakan Nurul (43) Warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ibu tiga anak ini mengaku hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah segera dapat mengatasi penyebaran virus corona.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut Jakarta kini sebagai salah satu epicenter virus corona.

Dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/3/2020), Anies menyebut Pemprov DKI Jakarta sebelumnya telah menggelar pertemuan dengan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, FKUB dan para pemuka semua agama. Pertemuan ini membahas mengenai perkembangan penyebaran COVID-19.

"Dan langkah-langkah yang harus dilakukan bersama untuk bisa melindungi seluruh penduduk DKI Jakarta," kata Anies.

Anies membeberkan isi pertemuan tersebut. Anies menyebut pihaknya saat ini menggambarkan penyebaran virus Corona di DKI Jakarta sangat cepat. Menurutnya, Jakarta saat ini termasuk epicenter dengan pertambahan kasus yang tinggi.

"Dalam paparan yang tadi kami sampaikan, kita gambarkan bahwa situasi di Jakarta penyebarannya bergerak sangat cepat dan sekarang Jakarta merupakan salah satu epicenter dengan pertambahan kasus yang sangat signifikan," pungkas Anies.