Corona DKI Bisa 8.000 Kasus, Warga Jangan Sok Kebal COVID-19

NS/RN
Corona DKI Bisa 8.000 Kasus, Warga Jangan Sok Kebal COVID-19
Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono

RADAR NONSTOP - Penyebaran virus Corona terus meluas. DKI Jakarta masuk dalam zona merah karena yang terjangkit COVID-19 terus bertambah secara cepat. 

Dilihat dari situs informasi virus Corona resmi milik Pemprov DKI Jakarta, corona.jakarta.go.id, kasus positif di DKI Jakarta pada Kamis (26/3) pagi, ada sebanyak 472, 27 orang sembuh dan 43 orang meninggal. 

Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono menjelaskan hasil simulasi dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) DKI Jakarta. Eko mengatakan skenario terburuk kasus positif Corona bisa mencapai 8.000 orang.

BERITA TERKAIT :
Alhamdulillah, Satu Pasien Covid-19 Di Kota Bekasi Dinyatakan Sembuh
Karantina Wilayah, Pemkot Bekasi Batasi Ruang Gerak Warga

Karena itu, kata Eko, pemerintah bertindak cepat dengan mengubah Wisma Atlet menjadi rumah sakit darurat Corona. Semua elemen dilibatkan dalam pendirian rumah sakit itu.

Mantan Danjen Kopassus ini mengatakan rumah sakit itu disiapkan untuk menampung pasien jika penyebaran virus Corona ini terus bertambah hingga mencapai ribuan pasien.

"Perlu kami sampaikan latar belakang didirikannya rumah sakit ini adalah pemerintah sudah mengantisipasi apabila penyebaran virus COVID-19 ini tidak bisa kita bendung, maka pasti akan banyak terpapar oleh virus ini sementara apabila kita mengandalkan rumah sakit-rumah sakit yang ada jelas tidak mungkin," kata Eko dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube BNPB, Kamis (26/4/2020).

Gubernur Anies Baswedan sebelumnya telah meminta warga DKI Jakarta agar tidak keluar rumah jika tidak penting. Hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus. 

Tapi himbauan Anies banyak diremehkan warga ibukota khususnya anak muda. Mereka, terkesan berani padahal Corona dalam beberapa kasus tidak ada tanda sakit di dalam tubuh.