Sabtu,  06 June 2020

50 Orang Terjangkit

Dua Tim Medis DKI Wafat, Selamat Jalan Pejuang Corona

NS/RN
Dua Tim Medis DKI Wafat, Selamat Jalan Pejuang Corona
Tim medis DKI Jakarta siap berjuang hadang Corona. Foto: Dok Balaikota.

RADAR NONSTOP - Innalilahi wa innailaihi rojiun. Kabar duka datang dari pejuang Corona di Jakarta. 

Hingga Kamis (26/3), tim medis yang terpapar Corona terus bertambah. Ada 50 yang dinyatakan tertular dan dua orang yang dinyatakan wafat virus COVID-19. 

Tim medis memang terus berjibaku merawat pasien Corona. Mereka rela tidak pulang bahkan tanpa alat pelindung diri atau APD. 

BERITA TERKAIT :
3,7 Juta Pekerja Formal Di PHK Gegara Pandemi Corona
Tak Dipercaya Lagi, Sosialisasi Pakai Jasa Influencer Cuma Buang Duit

Yang membuat miris adalah seorang perawat diusir dari rumah kost lantaran si pemilik takut tertular. 

Jumlah tenaga medis yang tertular dan wafat dibenarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia mengatakan tenaga medis merupakan garda terdepan dalam penanganan virus Corona (COVID-19) hingga saat ini ada 50 orang terpapar. 

"Bahwa garda terdepan di dalam menghadapi wabah COVID-19 ini adalah tim medis. Mereka yang berada paling depan, bekerjanya paling keras, paling berat dan risikonya paling besar," kata Anies dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Pemprov DKI, Kamis (26/3/2020).

"Seperti kita ketahui tadi, jumlah tenaga medis yang terpapar saja itu sampai 50 orang. Jadi angka itu menggambarkan besarnya risiko," sambungnya.

50 tenaga medis yang terpapar itu tersebar di 24 rumah sakit di Jakarta. Selain itu, kata Anies, ada dua tenaga medis yang meninggal dunia akibat COVID-19.

"Dan ada 2 yang meninggal. Dan ini terjadi di 24 RS di seluruh Jakarta," ujar Anies.

Karena itu, Anies berharap dukungan kepada para tenaga medis. Khususnya dukungan alat kesehatan seperti APD. 

"Karena itulah dukungan kepada tenaga medis diperlukan," pungkasnya.

#CoronaDKI   #Covid   #Wafat   #