Minggu,  05 July 2020

DPRD Minta Pemprov Jangan Alihkan Pangan Murah KJP ke Sembako Corona

RN/CR
DPRD Minta Pemprov Jangan Alihkan Pangan Murah KJP ke Sembako Corona
Salah satu gerai bahan pokok murah KJP di Bambu Apus, Jaktim tutup dengan alasan PSBB Covid -19

RADAR NONSTOP - Langkah Pemprov DKI Jakarta menghentikan pangan murah untuk pemilik KJP (Kartu Jakarta Pintar) menuai protes. Sebab, pangan murah bagi pemilik KJP jauh berbeda dengan sembako corona.

Pangan murah untuk pemilik KPJ yang selama ini berjalan sudah bagus dan tepat sasaran. Terlebih, pangan murah KJP juga diperuntukkan untuk menambah gizi para pelajar. 

“Jangan dihentikan dong, jangan jadikan corona sebagai alasan anak - anak kita (pelajar) tidak mendapat asupan gizi, pangan murah bagi pemilik KJP harus tetap jalan,” ujar anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim kepada radarnonstop.co, Kamis (16/4/2020).

BERITA TERKAIT :
Jatim Lebih Parah Dari DKI, Jateng Tinggalkan Jabar 
Tiga Pasar Di Cilandak Diserang Corona, Pedagang Buka Tapi Ngumpet 

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, jika alasan penutupan gerai pangan murah KPJ (tempat pengambilan bahan pokok) karena PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), maka teknisnya bisa disesuaikan dengan mekanisme pembagian sembako corona.

“Pangan murah KJP itu kan ada daging, telor, susu, ayam dan lain - lain untuk kebutuhan gizi. Sementara sembako corona hanya beras, minyak, sabun, sarden dan masker. Tentu saja ini sudah sangat jauh berberda. Karena itu, saran saya pangan murah KJP itu harus tetap berjalan. Kalau tidak, para pelajar kita bisa jadi loyo karena kekurangan gizi,” papar Nur Afni.

Nur Afni juga mengatakan, jangan sampai penghentian atau penutupan gerai pangan murah KJP ini menimbulkan opini negatif di masyarakat. “Kita khawatir, nantinya muncul anggapan kalau sembako corona ini hanya pengalihan dari sembako KJP. Kalau kondisinya seperti itu, lantas buat apa program - program atau proyek Pemprov DKI Jakarta dihentikan, lalu di fokuskan untuk penanganan Covid -19,” bebernya.

Terpisah, Suharyati (48) warga Cipayung, Jakarta Timur mengatakan lebih memilih bahan pokok yang diperoleh dengan menukarkan KJP anaknya daripada sembako corona. 

“Kalau bisa sih lebih baik kayak dulu aja, bisa ambil pangan murah dengan menukarkan KJP, kalau sekarang uangnya emang masuk tapi ambil bahan pokoknya kemana? Gerainya pada tutup. Sementara sembako corona juga sampai sekarang belum dapat - dapat,” keluhnya.

Terpisah, Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin saat dikonfirmasi terkait tutupnya gerai bahan pangan murah untuk pemilik KJP belum memberikan tanggapan apapun.

#KJP   #Corona   #Pemprov