Minggu,  12 July 2020

Curhat Rommy Baru Keluar Bui, Kurang Gizi Dan Penghangat Makanan

NS/RN/NET
Curhat Rommy Baru Keluar Bui, Kurang Gizi Dan Penghangat Makanan
Rommy memakai kemeja putih bebas dari tahanan KPK.

RADAR NONSTOP - Romahurmuziy alias Rommy terlihat sumringah. Dia resmi bebas dari rumah tahanan (Rutan) KPK malam ini. 

Rommy terlihat keluar Rutan KPK cabang K4, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan sekitar pukul 21.30 WIB, Rabu (29/4/2020). Rommy memakai kemeja putih dengan menenteng map merah.

Pengacara Rommy, Maqdir Ismail turut menjemput ke Rutan KPK. Tampak sejumlah petugas KPK mengawal pembebasan Rommy.

BERITA TERKAIT :
Laporan Penyalagunaan Dana Covid-19 Masuk, KPK Ancam Hukuman Mati
Ketua KPK: Keserakahan Jadi Biang Korupsi Di Indonesia

Rommy resmi bebas dari rumah tahanan (Rutan) KPK malam ini. Pembebasan itu berdasarkan penetapan Mahkamah Agung (MA). KPK mengajukan kasasi ke MA terkait putusan PT DKI Jakarta menyunat hukuman Rommy dari 2 tahun penjara menjadi 1 tahun.

Rommy mengaku, kalau anggaran makan di tahanan KPK kurang bergizi. Bahkan, tidak ada penghangat makanan di dalam sel. 

"Barangkali yang perlu disampaikan di sini sesuai dengan surat terakhir yang kami kirimkan beberapa pekan lalu kepada pimpinan KPK. Karena anggaran yang diperuntukkan bagi tahanan di sini makan sangat rendah ya," kata Rommy saat keluar dari Rutan KPK cabang K4, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2020).

Mantan Ketum PPP ini menyebut anggaran makan para tahanan KPK sangat kurang untuk ukuran DKI Jakarta. Menurutnya, dengan anggaran yang ada saat ini makannya disediakanpun secara gizi juga kurang.

"Untuk ukuran DKI Jakarta saya tidak tahu persis berapa tapi kisarannya Rp 32 ribu sampai Rp 42 ribu untuk 3 kali makan. Jadi memang secara gizi tidak cukup," sebutnya.

Selain itu, Rommy juga mempermasalahkan tidak adanya pemanas makanan di dalam rutan. Rommy menyebut makanan yang dikirim oleh keluarga hanya bisa sekali makan karena tak ada pemanas makanan.

"Kami hanya diberikan kunjungan keluarga sebelum terjadinya COVID-19 dua kali sepekan, dan setelah terjadinya COVID-19 hanya box yang menemui keluarga yang menemui kami. Sementara tidak disediakan pemanas di dalam, karenanya tambahan gizi yang disediakan gizi oleh keluarga yang bisa agak lama, hanya dimakan sekali Senin dan Kamis saja," ujarnya.

Untuk itu, ia berharap KPK menambahkan fasilitas dapur hingga pemanas makan di dalam rutan. Dengan demikian, makanan yang dikirimkan oleh keluarga para tahanan bisa lebih awet.

"Kami harap nanti ada perbaikan penyediaan dapur atau kompor pemanas, agar makanan yang dikirim keluarga lebih awet," tuturnya.

#Rommy   #KPK   #PPP