Rabu,  21 October 2020

Tudingan AS Ke China Soal Virus Corona?

NET/CNN/RN
Tudingan AS Ke China Soal Virus Corona?
Ilustrasi

RADAR NONSTOP - Amerika Serikat (AS) kembali menuding China. Sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyebut China telah melakukan 'kesalahan mengerikan' yang memicu menyebarnya COVID-19 . 

Dilansir dari CNN, AS telah menyebut bahwa pemerintah China secara sengaja menutupi parahnya wabah virus Corona (COVID-19) dari komunitas internasional, sambil menimbun pasokan medis impor dan mengurangi ekspor.

Hal tersebut disampaikan dalam laporan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dilansir dari detik seperti diungkapkan seorang pejabat pemerintah AS yang enggan disebut namanya, kepada CNN, Senin (4/5/2020).

BERITA TERKAIT :
Gara-gara Belahan Dada, Pegolf Seksi Stop Latihan
Terpidana Mati Kasus Narkoba, Mantan Tentara China

"China kemungkinan mengurangi ekspor pasokan medis sebelum pemberitahuan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Januari bahwa COVID-19 menular," demikian bunyi laporan DHS itu seperti dikutip sumber pejabat pemerintah AS.

Laporan yang menaksir data ekspor dan impor pada awal tahun ini, disebut telah beredar di kalangan pemerintah federal AS pada Jumat (1/5) waktu setempat. Laporan DHS ini diketahui pertama kali diungkapkan oleh media AS, ABC News, ke publik.

"Dalam komunikasinya, China secara sengaja menutupi aktivitas perdagangannya secara publik dengan menyangkal pihaknya pernah memberlakukan larangan ekspor masker dan pasokan medis lainnya," sebut laporan DHS itu lebih lanjut.

Seperti dilansir CNBC dan New York Post, Senin (4/5/2020), Donald Trump menyampaikan komentar itu dalam program virtual town hall saluran berita Fox News yang direkam di Lincoln Memorial, Washington DC pada Minggu (3/5) waktu setempat. Saat itu, Trump ditanya apakah awal mula virus Corona merupakan kejahatan atau kesalahan, dan apakah ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa China menyesatkan dunia soal virus Corona.

"Secara pribadi, saya pikir mereka (China-red) melakukan kesalahan mengerikan dan mereka tidak mau mengakuinya," sebut Trump. "Kita ingin masuk, tapi mereka tidak menginginkan kita di sana," imbuhnya.

"Pendapat saya adalah mereka melakukan kesalahan. Mereka berusaha menutupinya, mereka berusaha meredamnya. Itu seperti api. Anda tahu, itu sungguh seperti berupaya memadamkan api. Mereka tidak bisa memadamkan apinya," cetus Trump merujuk pada China.

Trump tidak memberikan bukti kuat untuk mendukung komentarnya itu. Namun diketahui bahwa komentar Trump ini disampaikan beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyebut bahwa 'ada sejumlah besar bukti' yang menunjukkan bahwa virus itu muncul dari sebuah laboratorium di Wuhan, China.

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri China membantah tudingan Amerika Serikat yang mencurigai asal penyebaran virus corona dari laboratorium di Wuhan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian menegaskan bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah melakukan penyelidikan dan menyatakan tidak ada bukti nyata yang mengindikasikan bahwa Covid-19 dibuat di laboratorium China.

"Dirjen WHO telah berulang kali menyatakan bahwa belum ada bukti yang menunjukkan bahwa virus itu dibuat di laboratorium," kata Zhao dalam siaran pers Kamis (16/4) dilansir dari CNN.

Zhao menyebut banyak ahli medis terkenal di seluruh dunia yang juga menggambarkan teori-teori munculnya virus seperti kebocoran dari laboratorium, namun tidak memiliki bukti.

Ia menegaskan bahwa posisi China telah jelas tidak bersalah. Zhao mengatakan bahwa virus tersebut merupakan masalah ilmiah yang harus dipelajari oleh para ilmuwan dan ahli medis.