Jumat,  05 June 2020

Beri Rp 6,6 Triliun Ke WHO, Donald Trump Tuding 'Boneka China'

NS/RN/NET
Beri Rp 6,6 Triliun Ke WHO, Donald Trump Tuding 'Boneka China'

RADAR NONSTOP - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus menyerang WHO. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dituduh sebagai 'boneka China'.

Seperti dilansir AFP, Selasa (19/5/2020), Trump juga mengonfirmasi dirinya sedang mempertimbangkan untuk memangkas atau membatalkan dukungan AS untuk WHO, yang merupakan badan kesehatan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

"Mereka adalah boneka China, mereka China-sentris untuk membuatnya terlihat lebih baik," ujar Trump dalam pernyataan di Gedung Putih.

BERITA TERKAIT :
Kerusuhan Di AS, Ada Pria Ngaku Kelahiran Jawa Dan Bertato Peta Indonesia Viral 
Rusuh Meluas, Donald Trump Mencuit 'Anjing-Anjing Ganas' 

Disebutkan Trump bahwa AS memberi pendanaan sebesar US$ 450 juta (Rp 6,6 triliun) setiap tahunnya kepada WHO. Jumlah itu tercatat sebagai kontribusi terbesar dibanding negara manapun. 

Trump menyatakan bahwa rencana-rencana tengah disusun untuk memangkas besaran pendanaan untuk WHO itu karena 'kita tidak diperlakukan dengan benar'.

"Mereka memberikan kita banyak saran yang buruk," ucap Trump merujuk pada WHO.

Pernyataan ini disampaikan Trump saat WHO menggelar sidang majelis tahunan pertama sejak pandemi Corona merajalela. Virus Corona yang pertama kali muncul di China dan kini menyebar ke berbagai negara, telah memicu gangguan perekonomian besar-besaran dan menewaskan 316 ribu orang secara global, dengan sepertiganya tewas di AS.

Trump menyatakan bahwa China hanya memberi pendanaan sebesar US$ 40 juta (Rp 593 miliar) setiap tahun dan ada satu gagasan yang dipertimbangkan, yakni agar pendanaan dari AS diturunkan. "450 kita turun ke 40," cetus Trump.

Juru bicara WHO Fadela Chaib telah membantah pernyataan Donald Trump yang menyebut bahwa virus mematikan tersebut berasal dari salah satu laboratorium di Wuhan, China.

Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa virus itu bukan buatan manusia di laboratorium atau di tempat lain, kata Chaib.

"Kemungkinan besar, sepertinya virus itu berasal dari binatang," kata jubir perempuan WHO itu.

Amerika Serikat juga sempat menuding China sebagai biang wabah mematikan itu. Namun China balik menuntut AS melalui Twitter juru bicara Kementerian Luar Negeri setempat Zhao Lijian agar menjelaskan kepada publik atas kematian tiga tentara AS yang baru pulang dari Wuhan pada November 2019.