Minggu,  12 July 2020

Lebaran Dan Pasien Corona Melejit Lagi, Ini Kata Anies Baswedan

NS/RN
Lebaran Dan Pasien Corona Melejit Lagi, Ini Kata Anies Baswedan
Ilustrasi

RADAR NONSTOP - Antusias masyarakat nampaknya tidak bisa terbendung. Usai sholat Id, banyak warga masih keluar rumah untuk bersalaman. 

Dengan memakai masker, warga melakukan keliling dari rumah ke rumah. "Ini silatuhrahmi, kami tetap pakai masker. Salaman dari jauh aja," ungkap Sardi warga Kembangan, Jakbar, Minggu (24/5). 

Bahkan, Tempat Pemakaman Umum (TPU) H. Peeng yang terletak di Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, juga ramai. Peziarah berdatangan usai sholat Id. 

BERITA TERKAIT :
Nih, Lima Kelurahan Zona Merah Di DKI 
Corona Jatim Dan Jakarta Selisih Dua Ribu Pasien, Makanya Pakai Masker Dong? 

"Kami hanya ziarah. Ini sudah kami lakukan rutin," ungkap salah satu peziarah yang namanya enggan disebutkan.

Diketahui, per tanggal 24 Mei 2020, penambahan pasien positif corona di DKI Jakarta kembali naik. Saat ini yang terkonfirmasi: 6.634 kasus. 

Sedangkan kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia kembali bertambah 526 orang dan total menjadi 22.271 kasus. Jumlah tersebut tersebar di 34 provinsi 404 kabupaten/kota.

Sementara Gubernur Anies Baswedan berharap agar warga tetap konsisten melakukan himbauan PSBB. Hal ini untuk memutus mata rantai corona.

"Jika kita konsisten mengerjakan ini, Insya Allah kita bisa menuntaskan usaha kita untuk memotong mata rantai penularan wabah. Dulu rasanya tidak puas kalau tidak ketemu langsung. Tidak lega kalau tidak ketemu langsung. Sekarang karena diharuskan, terjadilah, dan terbiasalah. Nah, inilah yang menurut saya ke depan kita akan punya kebiasaan-kebiasaan baru yang dulu tidak pernah terbayang," bebernya dalam siara pers, Minggu (24/5) malam.

Lebih lanjut, Gubernur Anies menyampaikan bahwa tradisi open house dan halal bihalal ditiadakan untuk Idul Fitri tahun ini. 

"Jadilah orang-orang yang bertanggung jawab. Kalau kita melindungi diri sendiri dengan cara di rumah, itu artinya melindungi orang lain. Dan kalau terpaksa harus pergi, maka pergilah untuk kebutuhan pokok, misalnya harus cari makanan atau untuk urusan kesehatan. Dan kalau sampai keluar, gunakan masker karena itulah cara kita bersikap bertanggung jawab bahwa tidak mungkin kita bisa menyelesaikan masalah ini jika tidak semua orang mau mengerjakan sama-sama. Itu pesan pentingnya," imbau Anies.

Anies juga menyebut bahwa pandemi COVID-19 membawa hikmah agar masyarakat terbiasa memanfaatkan teknologi digital. Dia mencontohkan video conference sebenarnya bukan barang baru yang sebelumnya tidak digunakan secara maksimal dan kini dimanfaatkan sebagai kegiatan sehari-hari selama masa pandemi.

"Dulu rasanya tidak puas kalau tidak ketemu langsung. Tidak lega kalau tidak ketemu langsung. Sekarang karena diharuskan, terjadilah, dan terbiasalah. Nah, inilah yang menurut saya ke depan kita akan punya kebiasaan-kebiasaan baru yang dulu tidak pernah terbayangkan. Tapi Insya Allah bisa membuat kita lebih efisien, lebih efektif dalam bekerja, dan konektivitas tetap terjaga," pungkasnya.