Senin,  10 August 2020

Takut Dikadalin Seperti Di DKI, PKS Sumbar Ogah Dampingi Cagub Gerindra

RN/CR
Takut Dikadalin Seperti Di DKI, PKS Sumbar Ogah Dampingi Cagub Gerindra
Kemesraan PKS dan Gerindra tampaknya sudah berakhir -Net

RADAR NONSTOP - Kemungkinan PKS  sudah belajar banyak dari dialektika politik berkoalisi dengan Partai Gerindra. Terutama soal posisi wakil gubernur atau orang nomor dua.

Tak ingin pil pahit soal posisi wakil gubernur di DKI berulang di Sumatera Barat. PKS dengan tegas, memilih mengusung cagub sendiri daripada mendampingi kader Partai Gerindra di posisi cagub.

Kepastian PKS usung cagub sendiri di Pilkada Sumbar pada Pilkada Serentak 2020 disampaikan oleh Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade, Rabu (24/6/2020).

BERITA TERKAIT :
Bisa Saja Incumbent Manfaatkan Bansos Untuk Pilkada
PKS Tangsel Bentuk Tim Pemenangan, Ruhamaben : Level Azizah Sama Dengan Incumbent

Gerindra bakal mengusung Nasrul Abit sebagai calon gubernur dan Indra Catri sebagai calon wakil gubernur. Surat rekomendasi dari DPP Gerindra sudah diberikan kepada mereka. Nasrul saat ini Wakil Gubernur Sumbar yang mendampingi Irwan Prayitno, Gubernur yang juga kader PKS.

Surat rekomendasi tersebut ditandatangani Ketua Umum Prabowo Subianto dan Sekjen Ahmad Muzani dengan nomor 02-718/Rekom/DPP-GERINDRA/2020 tertanggal 26 Februari 2020. Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade membenarkan hal tersebut.

"Ya, sudah keluar rekomendasi dari DPP. Memang seharusnya saat ini gubernur dari Gerindra wakil dari PKS itu janji pihak PKS yang diwakili Pak Irwan Prayitno pada pilkada 2015," kata Andre seperti dilansir laman CNNIndonesia.

Diungkapkannya, bahwa sebenarnya PKS pernah berjanji bakal mengusung cawagub untuk mendampingi cagub dari Gerindra pada Pilkada 2020. Janji itu, diucapkan Irwan Prayitno.

Kala itu, lanjut Andre, kedua pihak sepakat mengusung Irwan Prayitno kader PKS sebagai cagub dan Nasrul Abit kader Gerindra dalam Pilkada 2015. Kemudian, Irwan berjanji PKS bakal mengusung cawagub untuk mendampingi cagub dari Gerindra dalam Pilkada 2020.

"Tapi setelah perjalanan, ya PKS tidak menepati janji, di mana PKS ingin mengusung kader mereka jadi gubernur," kata Andre.

Andre mengaku tidak terlalu mempersoalkan meski ada janji yang tak ditepati PKS. Menurutnya, PKS juga punya hak untuk mengusung dari kader sendiri meski dahulu pernah berucap janji pada Gerindra.

"Tentu kami tidak bisa memaksakan kalau memang PKS tidak melaksanakan janji mereka di 2015. Itu hak mereka," kata Andre.

Diketahui, PKS menelan pil pahit saat berebut posisi wakil gubenur DKI Jakarta. Kursi bekas Sandiaga Uno yang kabarnya sudah dijanjikan Partai Gerindra menjadi milik PKS, belakangan direbut partai besutan Prabowo Subianto itu, dan memaksa PKS menelan air liur kecewa.

#Gerindra   #PKS   #Pilkada