Selasa,  11 August 2020

Dihujat Karena Pandangannya Berpihak Ke Anies, Pengamat Ini Sindir Menteri Nadiem

BCR/NS
Dihujat Karena Pandangannya Berpihak Ke Anies, Pengamat Ini Sindir Menteri Nadiem

RADAR NONSTOP- Polemik terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 via jalur zonasi di DKI Jakarta masih belum mereda.

Disamping cercaan berbagai kalangan terhadap Anies, para orangtua calon peserta didik baru (CPDB) juga mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), bahkan sampai menggelar demo, dan terakhir melapor ke Komisi X DPR RI.

Pengamat Sosial Politik Tamil Selvan yang dinilai memberi pandangan membela Anies, ikut menjadi bulan-bulanan netizen di media sosial. Menanggapi hal tersebut Pengamat yang akrab dipanggil Kang Tamil ini mengaku heran mengapa banyak pihak justru tidak melihat permasalahan ini secara konkrit.

BERITA TERKAIT :
SMP Negeri Tatap Muka 'Sembunyi' di Brebes, Bukti Bupati Gagal Entaskan Kemiskinan
Ibu Retno Kirim Sepucuk Surat Untuk Mas Menteri Nadiem, Ini Sebagian Isinya... 

"Saya heran dengan cara berfikir kita. Jika terjadi keresahan akibat penerapan permendikbud tersebut, artinya ada yang keliru pada peraturannya. Ini saya lihat, banyak pihak yang terlalu politis menjadikan Anies sebagai kambing hitam. Logika berfikir kita yang terbalik." Papar pemilik akun youtube @KangTamil ini kepada awak media (2/7/2020).

Kang Tamil menyatakan bahwa salah satu faktor yang membuat polemik PPDB paling banyak terjadi di Jakarta dibandingkan dengan wilayah lain, justru karena Anies sudah menjalankan aturan sesuai prosedur permendikbud tersebut.

"Jika kesalahan ada pada Anies, tentu Satgas yang dibentuk Menteri Pendidikan sudah menemukannya. Nyatanya sampai saat ini kan ngak ada. Justru jika tidak ada pasal 25 perihal usia, tentu polemik ini tidak terjadi. Jadi kalau mau kritik ya kebijakan Pak Nadiem. Jika kemudian Anies tidak menjalankan pasal usia tersebut, justru Anies yang salah. Kepala Daerah tidak punya wewenang untuk buat kebijakan tambahan, apalagi yang berseberangan dengan kebijakan menteri." Jelasnya.

Terkait Menteri Pendidikan, Kang Tamil mengatakan bahwa dirinya berharap banyak kepada Nadiem Makarim karena merupakan sosok inovatif yang menciptakan aplikasi gojek dan banyak mengemban ilmu di luar negeri.

"Waktu banyak yang kritik dia jadi menteri, saya salah satu yang support. Kan dia yang bawa gojek, dan saya kira pengalamannya diluar negeri bisa diterapkan disini, tapi sampai sekarang saya lihat biasa saja tuh. Malah muncul permen yang membuat situasi jadi rame begini. Ini harus jadi perhatian serius bagi Pak Presiden apalagi dalam konteks isu resufle yang sedang beredar." Jelasnya.

Ketika ditanya bahwa pernyataannya terlihat cenderung membela Anies, pengamat ini mengatakan bahwa masyarakat Indonesia harus belajar sportif dan tidak menyalahkan seseorang atas sesuatu yang diluar kewenangannya.

"Saya ngak pusing anggapan orang. Waktu pandangan saya membenarkan kebijakan Pak Luhut, saya dibilang jongosnya LBP. Itu biasa bagi saya, yang penting kita harus bisa memberi pandangan yang clear agar opini masyarakat tidak sesat. Saya juga mau ingatkan agar jangan semua hal dikaitkan dengan permainan politik opini, 2024 masih jauh." Tutup Kang Tamil.