Selasa,  11 August 2020

Imbas Corona

Janda Marak, Suami: Saya Ribut Setiap Hari Dengan Istri

NS/RN
Janda Marak, Suami: Saya Ribut Setiap Hari Dengan Istri

RADAR NONSTOP - Corona nampaknya membuat emosi pasangan suami istri naik. Insiden pertengkaran hingga berakhir cerai marak. 

Penyebab perceraian berdasarkan data pengadilan adalah soal ekonomi. Diketahui, Corona membuat ekonomi anjlok. 

Banyak korban PHK dan hancurnya daya beli masyarakat. Di Jawa Barat saat ini ada ribuan pasangan suami istri yang sudah cerai. 

BERITA TERKAIT :
Banyak Istri Minta Cerai, Bekasi Bisa Jadi 'Kota Janda' 
Cemburu Maut Di Apartemen, Janda Dibunuh Kekasihnya 

Wakil Ketua Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Garut Asep Alinurdin mengatakan, sejak awal tahun 2020 hingga bulan Juni, angka perceraian pasutri yang ditangani PA Garut sudah hampir mencapai 3 ribu kasus.

Asep mengatakan, istri yang cerai dengan suaminya rata-rata berumur 25-40 tahun. Perceraian dominan disebabkan faktor ekonomi. Alasan ekonomi kerap membuat pasutri di Garut bertengkar hingga akhirnya cerai.

Bukan hanya Garut, Bandung dan Cianjur angka perceraian juga naik. Hal ini disebabkan dampak dari virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China pada Desember 2019. 

Kang Udin warga Bandung mengaku cerai dengan istrinya karena setiap hari dipanda cekcok. Dia menjadi korban PHK sejak Maret 2020 saat Corona menghantam Indonesia. 

"Biasalah karena ekonomi. Kan semua juga susah, saya kena PHK dan tak bisa cari uang. Jadi pasrah saja dah," ungkap bapak satu anak ini. 

Sebagai suami dirinya ikhlas karena sang istri selalu minta cerai. "Karena saya sudah tak bisa memberikan nafkah lagi. Istri tak mau sabar jadi cerai," ungkap pekerja proyek bangunan ini. 

 

 

#Janda   #Cerai   #CoronaJabar   #