Minggu,  20 September 2020

Emak-Emak Dan Ratusan Warga Waluya Unjukrasa, Kali Di Kampung Bupati Bekasi Tercemar Limbah

BUD
Emak-Emak Dan Ratusan Warga Waluya Unjukrasa, Kali Di Kampung Bupati Bekasi Tercemar Limbah
Unjukrasa warga Desa Waluya, Cikarang Utara lantaran Kali Cilemahabang tercemar limbah, hitam pekat dan bau

RADAR NONSTOP - Puluhan emak-emak dan ratusan warga Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara menggelar aksi unjukrasa di pintu air Kali Cilemahabang

Dalam aksinya, emak-emak membawa kertas karton bertuliskan 'turut berduka cita atas wafatnya Dinas Lingkungan Hidup Kab. Bekasi'.

Unjukrasa itu lantaran warga kecewa, meski sudah dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Kali Cilemahabang yang sebelumnya bersih, sekarang sudah terkena limbah industri dan warnanya berubah menjadi hitam pekat serta berbau.

BERITA TERKAIT :
Bukan Hanya Seremonial, Pokdarwis: Pemkab Harus Serius Kembangkan Wisata di Kab. Bekasi
ARB Dan Warga Tolak Penutupan Jembatan Dua Over Pass KM 13+800 Jatimulya, Tambun Selatan

Menurut warga, tidak ada tindakan apapun dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk memberikan solusi agar Kali tersebut bersih kembali.

"Dulu di sini, waktu belum ada perangkat desa atau RT Kali Cilemahabang ini bersih, malah bisa untuk berenang. Tapi sekarang, sudah ada Bupati Bekasi yang tinggal di sini, air Kali ini malah berubah menjadi kotor, hitam pekat dan bau," tandas H. Abdul Haris, salah satu tokoh masyarakat dalam orasinya, Kamis (23/7/2020).

"Padahal rumah Bupati Eka Supria Atmaja dekat dengan kali, eh malah air Kali nya hitam," tambahnya.

Dia menyinggung, Dinas Lingkungan Hidup ada bukan buat masyarakat. 

"Setahu saya lingkungan hidup untuk menghidupi lingkungan mereka, bukan untuk hidup masyarakat yang susah," tandasnya.

Menurut Haris, aksi unjukrasa ini seharusnya dilakukan di Kementerian Lingkungan Hidup. Namun katanya, untuk saat ini dilakukan di sini saja dulu agar persuasif.

"Akan tetapi apabila tidak ada tanggapan dari Pemkab Bekasi, Kita akan unjukrasa ke Jakarta," tegasnya.

Haris berujar, penindakan hukum terhadap pelaku pembuang limbah di Kabupaten Bekasi hanya dilakukan setengah hati.

"Bohong Kalau Dinas Lingkungan Hidup enggak tahu, bohong kalau Bupati enggak tahu. Kalau saya jadi Bupati, saya akan minta Kapolres dan DPRD untuk menyelidiki para pelaku pembuang limbah dan pencemar Kali Cilemahabang," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Peno Suyatno berjanji akan memanggil pihak kawasan industri di Kabupaten Bekasi yang disinyalir membuang limbah ke Kali Cilemahabang.

"Saya ini orang Bekasi, saya akan panggil pihak kawasan industri dan melakukan penyelidikan serta penyidikan, apabila ada kawasan yang terindikasi membuang limbah, maka akan diberi sanksi," janji Peno.