Sabtu,  27 April 2024

Layanan Spesial Sapi Kurban Jokowi, Ada Terapi Pijat Agar Tak Setres 

NS/RN
Layanan Spesial Sapi Kurban Jokowi, Ada Terapi Pijat Agar Tak Setres 
Sapi Jokowi yang akan dikurbankan di Banten.

RADAR NONSTOP - Sapi kurban Jokowi diberikan pelayanan khusus. Selain tempat dan pembersihan kotoran, sapi seharga Rp 60 juta itu diberikan terapi pijat. 

Sapi seberat 1,06 ton itu juga selalu dibersihkan badannya. Hal ini dilakukan agar tidak setres saat hendak disembelih. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah empat kali membeli hewan kurban jenis sapi dari seorang pedagang di Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten.

BERITA TERKAIT :
Bu Mega, Gibran Sudah Siap Dipecat Dari PDIP Tuh...
Tiket Golkar Sudah Dibagi, Airin Ke Banten, Khofifah Jatim, Bobby Sumut & Atalia Kota Bandung

Sapi tersebut nantinya akan diserahkan terlebih dahulu ke Masjid Agung Serang Banten untuk disembelih sebelum dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan.

Mukhsin, perawat sapi kurban Jokowi ini mengaku ada perawatan khusus dari pedagang terhadap sapi jenis limosin tersebut, semenjak presiden memilih sapi untuk hewan kurban karena telah empat tahun terakhir menjadi langganan pihak istana.

“Ini merupakan tahun keempat presiden membeli sapi kurban di lokasi ini dan rencananya untuk dikurbankan untuk masyarakat Banten melalui Masjid Agung Serang Banten,” kata Mukhsin.

Mukhsin mengaku, agar hewan kurban pilihan kepala negara itu tetap sehat dan bersih, sapi tersebut diberikan perawatan khusus, dengan selalu membersihkan kotoran agar tidak merusak kulit sapi, serta memberikan pijatan pada punggungnya. "Biar sehat, dan tenang kalo dipijat dia pasti diam saja, seneng ini sapi, buktinya dia diam aja," tutur si perawat.

Sedangkan untuk asupan makanan tidak ada yang berbeda, semua hewan sapi berukuran besar sama saja dengan penambahan nutrisi dan vitamin agar tetap sehat.

“Sapi pilihan pak presiden ini sudah dua kali menjalani pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan dan dinyatakan dalam kondisi sehat sehingga layak untuk menjadi hewan kurban,” jelas Mukhsin.