Kamis,  06 August 2020

Cangkang Ketupat Di Idul Adha Saat Pandemi

Doni
Cangkang Ketupat Di Idul Adha Saat Pandemi
Pasar Cimanggis Ciputat, Tangsel

RADAR NONSTOP - Hari lebaran menjadi momen bagi para pengrajin pembuat cangkang ketupat. Meski ekonomi di indonesia mengalami tekanan akibat pandemi covid-19, masyarakat tidak sepi mengejar anyaman daun kelapa sebagai pembungkus beras untuk dijadikan makanan tradisi tahunan.

Di semua pasar tradisional selalu ada pedagang cangkang ketupat musiman seperti salah satunnya pasar tradisional di Tangerang Selatan (Tangsel) yang ramai dipenuhi para pedagang tersebut.

Salah satu pengrajin cangkang ketupat, Endi (32), ketika berbincang dengan Radarnonstop.co di Pasar Cimanggis, mengaku bisa menjual cangkang ketupat sebanyak 300 biji. Pengrajin cangkang ketupat dari Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, itu bisa meraup untung Rp 300 ribu - 500 ribu dalam sehari.

BERITA TERKAIT :
Hanya Modal 32 Persen, Benyamin Bisa Amsiong Di Tangsel 
Jika Golput Tinggi Di Pilkada, Azizah Bakal Bikin Paslon Lain Keok

Pengrajin cangkang yang sudah menggeluti usaha mikro kecil menengah (UMKM) sejak umur tujuh belas tahun itu mengaku tak ada kendala penjualannya meski di masa pandemi.

"Tidak ada kendala dalam penjualan cangkang ketupat ini, meski di masa Corona. Selama dua hari ini saya bisa menjual sebanyak 600-700 biji cangkang ketupat, hasil pembuatan cangkang dalam sehari bisa sampai 300-400 biji," kata Endi saat dijumpai di lapak musimannya diemperan ruko Pasar Cimanggis.

Berbeda dengan Endi, pengrajin cangkang ketupat lain mengalami nasib berbeda meski waktu berdagang cangkang ketupat tinggal sehari lagi. Seperti yang dialami oleh Ardi (35), warga Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak.

Bapak tiga anak itu mengaku baru dagang dua hari dengan membawa janur (daun kelapa, red) sendiri dari kampung halamannya. Bahkan, dia mengaku satu renteng cangkang ketupat dia jual seharga 7000.

"Satu renteng ini saya jual 7000 rupiah, Alhamdulillah sudah laku tiga renteng. Saya baru jualan dari kemarin, nanti kalau tidak habis cangkang-cangkang ini kita buang. Tapi pasti habis, soalnya saya sudah pengalaman dagang begini setahun tiga kali,"kata Ardi.

Kendati demikian, Riyani (36), salah satu pembeli cangkang ketupat yang berhasil dijumpai wartawan mengaku kebutuhan cangkang ketupat dianggap kebutuhan mendesak saat hari lebaran.

"Iya bang, ini kebutuhan mendesak. Kan untuk kebutuhan membuat ketupat di hati lebaran, saya setiap lebaran pasti beli cangkang ketupat disini sampai 200 biji,"ucapnya.

Pantauan wartawan dilokasi menyampaikan, terdapat puluhan pedagang cangkang ketupat tampak berjejer rapi sambil menyulam janur. Puluhan pedagang yang datang dari luar kota tersebut berharap bisa menghabiskan dagangannya meski Tangsel tengah menghadapi PSBB.