Sabtu,  05 December 2020

Ada Apa 'Politik Dinasti Golkar' Usung Benyamin Davnie?

Doni
Ada Apa 'Politik Dinasti Golkar' Usung Benyamin Davnie?
Ilustrasi

RADAR NONSTOP - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tinggal menghitung hari. Jika sesuai jadwal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka pendaftaran calon kepala daerah dalam Pilkada serentak 2020 dibuka pada 4-6 September mendatang.

Namun ada yang menarik soal hijrah politik di Pilkada Tangsel. Seperti yang dialami Bakal Calon (Balon) Walikota Tangsel Benyamin Davnie, yang diusung oleh politik dinasty Banten, yakni Partai Golkar dalam Pilkada Tangsel 2020, Sabtu (2/8/2020)

Seperti diketahui, Ben sapaan akrab Benyamin Davnie, yang kini masih menjabat Wakil Walikota Tangsel, itu awalnya berangkat dari Partai Nasdem. Namun, dalam pencalonan Pilkada kali ini justru Benyamin dicalonkan oleh Partai Golkar.

BERITA TERKAIT :
KPK Ungkap Daftar Calon Kepala Daerah Tajir, Ada Gibran Gak Ya? 
Duh, Calon Wakil Wali Kota Tangsel Kena Gempur Isu Lobster 

Dengan begitu, adanya pengusungan Partai Golkar untuk calon dari kader lain justru membuat pertanyaan publik. Ada apa Golkar usung Benyamin Davnie?

Pengamat kebijakan publik dan politik UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak menjelaskan, dalam hijrahnya Benyamin Davnie dari Partai Nasdem ke Partai Golkar justru dianggap menjadi tanda tanya.

Pasalnya, Partai Golkar dalam Pilkada Tangsel kali ini justru mengusung Benyamin Davnie sebagai Walikota. Ada apa?

"Sudah umum terjadi, calon yang tidak diusung parpolnya akan pindah partai. Terutama ke parpol pengusung. Kasus Pak Ben menariknya adalah mengapa ia dicalonkan justru oleh Golkar, sementara ia awalnya orang Nasdem," terang Zaki Mubarak. 

Padahal, kata Zaki, banyak kader Golkar sudah mengantre untuk dicalonkan sebagai kepala daerah dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2020 mendatang. 

"Penjelasannya ada pada politik dinasti, Pilar Saga Ichsan akan di magangkan dulu. Bahwa Pak Ben keluar dari Nasdem, ngga berakibat signifikan. Di Tangsel Nasdem tidak punya kursi dalam pileg lalu, padahal pada Pileg 2014 kursinya cukup signifikan. Saat ini Nasdem menjadi parpol gurem," jelas Zaki Mubarak.

Sementara, Benyamin Davnie saat dikonfirmasi terkait pengunduran dirinya dari Partai Nasdem justru mengaku sudah melakukan komunikasi. Kata Benyamin, pengunduran diri itu sudah dilakukan sejak diusung oleh Partai Golkar.

"Sejak partai Golkar mengusung saya, saya sudah pamit kepada teman-teman dari Nasdem di Tangsel,"terang Benyamin Davnie.

Alasan lain pengunduruan diri Benyamin Davnie dari Nasdem lantaran dirinya ingin fokus dalam pemenangan Pilkada dan memberikan penjelasan posisi politiknya. 

"Alasan lainnya supaya saya fokus dalam pemenangan Pilkada, dan jelas posisi politiknya. Sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya, Nasdem sangat memahami,"urai Benyamin.

Seperti informasi yang berhasil diperoleh Radarnonstop.co menyampaikan, Partai Nasdem dalam Pilkada Serentak 2020 di Tangsel, dengan tegas memberikan dukungan kepada Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel, Muhamad-Saraswati.