Kamis,  03 December 2020

Berbusana Muslim Di Sidang Perdana, Jaksa Pinangki Tobat?

RN/NET
Berbusana Muslim Di Sidang Perdana, Jaksa Pinangki Tobat?
Jaksa Pinangki Sirna Malasari menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2020). Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan ini Pinangki turut dihadirkan di ruang persidangan -Net

RADAR NONSTOP - Ada yang menggelitik dari tampilan Jaksa Pinangki saat hadir dalam sidang perdana Jaksa Pinangki di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2020).

Terdakwa dugaan kasus suap Djoko Tjandra itu hadir di ruang Pengadilan Jakarta Pusat dengan busana muslim lengkap. Apakah perempuan yang dikabarkan menjalani operasi plastik di Amerika ini sudah bertobat?

Pantauan radarnonstop.co, Jaksa Pinangki tiba di ruang sidang pukul 10.00 WIB. Ia terlihat mengenakan baju gamis dan kerudung merah muda untuk menjalani sidang perdana ini.

BERITA TERKAIT :
Cihuy... Enam Dinas Di DKI Bakal Dapat TKD Corona 
Sebelum Dinikahi Perwira Polri, Jaksa Pinangki Menikah Dengan Djoko

"Sidang atas nama terdakwa Pinangki Sirna Malasari dibuka dan terbuka untuk umum," ujar Hakim Ketua Ig Eko Purwanto saat membuka persidangan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung mendakwa Pinangki Sirna Malasari menerima uang US$ 500 ribu dari terpidana korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra.

Uang itu digunakan untuk membantu pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) melalui Kejagung agar pidana penjara dua tahun yang dijatuhkan ke Djoko Tjandra tidak dapat dieksekusi.

Jaksa menerangkan bahwa uang US$ 500 ribu merupakan fee dari jumlah US$ 1 juta yang dijanjikan Djoko Tjandra.

Pinangki juga didakwa melakukan pemufakatan jahat bersama rekannya, Andi Irfan Jaya dalam penerimaan suap tersebut.

Atas perbuatannya itu, Pinangki didakwa melanggar Pasal 11 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ia juga didakwa dengan Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Pengurusan fatwa MA itu diketahui dibuat dalam sebuah proposal yang diberi nama Action Plan. Pembayaran dilakukan oleh Djoko Tjandra melalui adik iparnya, Herriyadi Angga Kusuma sebesar US$ 500 ribu atau senilai Rp7 miliar di Jakarta. Uang itu diterima oleh Andi Irfan Jaya.

Dari uang tersebut, Pinangki diduga mengalihkan hartanya di antaranya untuk membeli mobil mewah BMW tipe X5 dan membayar sewa apartemen seharga Rp75 juta.

Pinangki saat ini telah dicopot jabatannya dari Kasubag Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan.