Senin,  26 October 2020

Virus Corona

Emak-Emak Usia 40-69 Tahun Di Bodebek Waspada 

NS/RN/NET
Emak-Emak Usia 40-69 Tahun Di Bodebek Waspada 
Ilustrasi

RADAR NONSTOP - Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) dinilai sebagai penyumbang terbesar Corona di Jawa Barat. Nah, total kasus positif 21.759 kasus, 8.075 orang masih menjalani perawatan, 13.279 orang sembuh dan 405 orang meninggal dunia.

Dalam kasus kematian paling banyak berdasarkan Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar menimpa rentang umur 50 -59 tahun (38 kasus), kemudian wanita berumur 60 - 69 tahun (35 kasus) dan wanita berusia 40-49 tahun (22 kasus). 

Data rentang umur dan jenis kelamin tersebut ditampilkan Pikobar dengan catatan tidak seluruh data kasus memiliki kelengkapan data umur sehingga tidak seluruhnya bisa divisualisasikan.

BERITA TERKAIT :
Jangan Ke Puncak & Bandung, Pedagang: Bisa Bangkrut Dah Kita 
Lucu, Bocah Ini Keciduk Emaknya Saat Demo Di Istana Bogor

Dari segi jenis kelamin, mayoritas pasien COVID-19 yang meninggal dunia adalah pria dengan presentase 65.9% dan wanita 34,1%. Sementara itu dari aspek umur, kebanyakan pasien yang meninggal adalah pria dengan umur 50 - 59 tahun (105 orang), kemudian pria berumur 60-69 (60 kasus) dan pria berumur 40-49 (46 kasus).

Mayoritas kasus kematian ini berasal dari Kota Depok dengan 80 kasus kematian, kemudian diikuti Kota Bekasi 50 kasus, Kota Bandung 50 kasus, Kabupaten Bekasi 43 kasus, Kabupaten Cirebon 31 kasus, Kota Bogor 31 kasus, Kabupaten Karawang 19 kasus dan kabupaten/kota lainnya.

Sementara kasus kematian paling sedikit terjadi di Kabupaten Pangandaran dengan nol kasus. Diikuti Kota Banjar, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang, Kota Sukabumi dengan masing-masing satu kasus.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Daud Achmad mengatakan penambahan kasus di Jawa Barat didominasi di wilayah Bodebek (Kota Bogor, Depok, Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Bekasi).

Berdasarkan akumulasi data PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar) pada Selasa, 29 September 2020 jumlah kasus positif Covid-19 di Bodebek dalam tujuh hari terakhir bertambah 3.212.

Hal tersebut menjadikan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proporsional di wilayah Bodebek sampai 27 Oktober 2020.

Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar Nomor:443/Kep.575-Hukham/2020 tentang Perpanjangan Keenam Pemberlakuan PSBB secara Proporsional di Wilayah Bodebek Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19.

Daud mengatakan dalam Kepgub itu, kepala daerah wilayah Bodebek dapat menerapkan PSBB secara proporsional sesuai dengan level kewaspadaan daerah.

"PSBB secara proporsional disesuaikan dengan kewaspadaan daerah di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan dalam bentuk Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM)," kata Daud, Rabu 30 September 2020.

Selain itu, keputusan perpanjangan PSBB secara proporsional wilayah Bodebek ini diselaraskan dengan kebijakan pemerintah DKI Jakarta yang memperpanjang PSBB sampai 11 Oktober 2020. Keputusan didasarkan juga pada berbagai hasil kajian epidemiologi.