Jumat,  04 December 2020

Pengembang Melati Residence Ciganjur

Pilih Penuhi Panggilan Polisi Daripada Komisi D, Ketuanya Jadi Baper

RN/CR
Pilih Penuhi Panggilan Polisi Daripada Komisi D, Ketuanya Jadi Baper
-Net

RADAR NONSTOP - Pengembang Melati Residence Ciganjur jadi rebutan. Kepolisian dan DPRD DKI berlomba-lomba memanggil pengembang tersebut.

Tampaknya, wibawa DPRD DKI Jakarta, khususnya Komisi D yang dikomandoi Ida Mahmudah jauh dibawah kepolisian. Terbukti, pengembang Melati Residence memilih cuek dan mangkir ke Kebon Sirih.

Menanggapi mangkirnya pengembang Melati Residence ini, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah, jadi baper (bawa perasaan). Politisi PDIP ini pun menyebar gertak sambal.

BERITA TERKAIT :
Banyak Pejabat Wafat, DPRD DKI Dilanda Parno Corona
Cemas, PDIP Minta Umumkan Pejabat Yang Terpapar Covid-19

"Kalau pengembang diundang tidak hadir berarti pengembang ini menantangi kami," kata Ketua Komisi D DPRD Jakarta, Ida Mahmuda, Selasa (20/10) seperti dilansir alinea.

"Bukan hanya nantangin Komisi D saja, tapi juga Pemerintah Daerah DKI Jakarta," imbuh politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Turap yang dibangun pengembang Melati Residence ambrol imbas hujan deras, Sabtu (10/10) malam. Insiden ini pun menewaskan seorang ibu hamil.

Ida menerangkan, camat dan lurah Ciganjur telah mengundang pengembang untuk menghadiri pertemuan yang diadakan di DPRD. 

Menurut keterangan camat dan lurah, mangkir karena memenuhi panggilan Polsek Jagakarsa.

"Camat dan lurahnya bilang sudah undang itu pengembang. Tapi, katanya, tidak bisa hadir karena dipanggil Kapolsek Jagakarsa," jelasnya.

Karenanya, Komisi D bakal mengadakan rapat kembali dan meminta pengembang hadir agar menjelaskan pangkal longsor di Ciganjur.

"Mereka harus menjelaskan soal tanggung jawab kepada korbannya bagaimana, pembangunan turapnya bagaimana, dan ada tidak izin mendirikan bangunan (IMB)," papar Ida.

Selain menewaskan seorang warga, insiden tersebut juga mengakibatkan empat rumah rusak dan dua orang lain terluka. Pun sebanyak 300 rumah terendam banjir mengingat material robohan turap menutup Anak Kali Setu yang berada di bawahnya.