Dicekoki Narkoba

Begal Gaet Bocah SD dan SMP Untuk Beraksi, Jakbar Makin Rawan 

NS/RN/CR
Begal Gaet Bocah SD dan SMP Untuk Beraksi, Jakbar Makin Rawan 

RADAR NONSTOP - Jakarta Barat (Jakbar) masuk zona merah. Kejahatan jalanan ini terus meningkat.

Tragisnya, pelakunya didominasi oleh bocah SD dan SMP. Bocah-bocah ini dicekoki narkoba lalu diajak beraksi kejahatan oleh para begal.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menyampaikan angka kejahatan di Jakarta Barat mengalami peningkatan cukup tajam pada 2019 ini. Ironisnya, pelaku kebanyakan melibatkan anak di bawah umur.

"Jadi kejahatan jalanan yang terjadi di Jakarta Barat itu sepanjang waktu sampai sekarang ini mengalami peningkatan dan peningkatan yang tertinggi terjadi di 2019," kata Kombes Hengki di Kantor Walikota Jakbar, Kamis (14/3/2019).

Sementara itu, tren kejahatan yang marak di Jakarta Barat adalah kejahatan jalan, seperti salah satunya begal yang melibatkan pelaku anak di bawah umur.

"Pelakunya adalah anak-anak. Ada anak SMP, ada anak SD, ada anak SMA. Dulu begal dilakukan oleh orang dewasa, tetapi sekarang dilakukan oleh anak-anak sosial dan korbannya sebagian besar meninggal dunia," cetusnya.

Meski usia masih tergolong anak di bawah umur, para pelaku cukup sadis hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Dan para bocah sebelum beraksi diberikan narkoba.

Hengki mencontohkan, kasus penjambretan yang menimpa korban Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarief Burhanuddin di kawasan Kota Tua pada 2018. Polisi tidak hanya menangkap para eksekutor, tetapi sindikat jambret yang ada di Teluk Gong, yang rata-rata adalah anak di bawah umur. 

"Mereka menjambret bukan semata-mata untuk makan, tidak, karena sebelum menjambret mereka dibagikan sabu dulu," sambungnya.

Dari hasil pengungkapan kasus sepanjang 2018-2019, ada 122 dan 123 anak yang terlibat kejahatan jalanan. 

"Saya prihatin. Ke depan melawan narkoba harus terus ditegakan," terang Walikota Jakbar Rustam Effendi bersama Damdim 0503 Jakarta Barat Letkol Jatmiko Adi.