Jualan Lewat Online, Kini Banyak Apartemen di DKI Jadi Kamar Seks 

NS/RN
Jualan Lewat Online, Kini Banyak Apartemen di DKI Jadi Kamar Seks 
Ilustrasi

RADAR NONSTOP - Bisnis esek-esek di apartemen kian marak. Buktinya, di Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan digerebek.

Hasilnya, ada sembilan orang yang diamankan. Mereka adalah dua lelaki dan tujuh perempuan. 

Saat digerebek ada PSK dan pria hidung belang sedang ngeseks. Penggerebekan prostitusi online dilakukan oleh pihak apartemen dengan dibantu Satpol PP Kelurahan Kebagusan, Babinkamtibnas dan Polsek Pasar Minggu. 

Hingga saat ini kesembilan orang tersebut diantaranya dua mucikari dan tujuh wanita anak buahnya masih menjalani pemeriksaan.

Sebelum Apartemen Kebagusan City, kawasan Kalibata City juga sering digerebek petugas soal bisnis esek-esek.

Lurah Kebagusan, Leo Yudhantara Harahap mengakui pihaknya bersama tim gabungan menggelar operasi di Apartemen Kebagusan City. 

“Pengrebekan ini kami lakukan setelah adanya informasi dari warga masyarakat dan pengelola aparteman. Atas laporan itulah kami membentuk tim langsung melakukan penyisiran,“ kata Leo Yudhantara Harahap, Kamis (14/3) malam.

Menurutnya, operasi ini dimulai sekitar pukul 19.00 dalam sasaran pertama diamankan dua perempuan. Selanjutnya kembali menyisir ke kamar berikutnya dan mengamankan tiga perempuan dan satu pria yang diduga muncikari.

Satu wanita lagi ditangkap sedang melayani pelanggan di kamar lantai 10 Tower C. Dia mengaku berasal dari Solo dan sudah tujuh bulan menyewa satu unit apartemen tersebut.

Seluruh terduga pelaku prostitusi online itu menawarkan jasa esek-esek lewat aplikasi Wechat dan Twitter. Mereka mematok tarif antara Rp 900 hingga Rp 1 juta rupiah untuk satu jam.

Lurah juga menambahkan, memang pihaknya bersama pengelola aparteman rutin melakukan operasi antinarkoba dan prostitusi online. Bahkan pihak pengelola juga melakukan pengawasan melalui kamera CCTV.

“Menurut catatan pengelola aparteman, penghuni tersebut gerak-gerik sangat mencurigakan. Mereka yang diamankan tersebut memperdagangkan sendiri dirinya dengan tarif variatif, “tambahnya.

Dalam pemeriksaan mereka ngaku hanya berapa kalinya. Tapi hasil dari CCTV, semalam bisa empat kali naikkan laki-laki (ke kamar). Atas dasar itulah pihak aparteman melaporkan dan melakukan pengrebekan.

“Dalam operasi ini kami mengamankan barang bukti uang, telepon selular dan alat kontrasepsi,” imbuhnya.