Saksi PKS Menolak

Tudingan Soal 'Pencurian Suara' di Bekasi, Apa Kaitannya Dengan Caleg Nasdem?  

NS/RN
Tudingan Soal 'Pencurian Suara' di Bekasi, Apa Kaitannya Dengan Caleg Nasdem?  

RADAR NONSTOP - Geger keributan Caleg Partai NasDem Taih Minarno di Kabupaten Bekasi nyasar ke mana-mana. Entah ada kaitannya atu tidak tapi kini masalah baru muncul.

Diketahui, rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2019 tingkat Kabupaten Bekasi telah selesai, Senin 13 Mei 2019. Rapat pleno itu sempat terhenti beberapa kali karena hujan interupsi keberatan saksi.

Rekapitulasi tingkat PPK Tambun Selatan adalah sebab musababnya. Saksi PKS, Budi Purwanto mengatakan, ada selisih perolehan suara DPR-RI antara rekap C1 dan DAA1 Kelurahan Jatimulya. 

BACA JUGA: Usai Ngobrol Dengan Leman, Caleg NasDem Kok Bonyok?

Dia menemukan data, beberapa partai mengalami selisih perolehan suara. Ada yang bertambah dan ada yang berkurang.

"Selisih terbesar untuk Partai Nasdem bertambah lebih dari 6.000 suara. Penggelembungan suara itu dilakukan secara sistematis dengan mengubah angka perolehan suara pada formulir DAA1 Jatimulya," akunya.

Sementara Saksi PKS telah mengajukan keberatan dan meminta dilakukan penyandingan data C1 atau penghitungan suara ulang. Karena keberatan tidak diakomodir, Saksi PKS menulis keberatan dalam Form DA2 dan DB2 agar bisa diselesaikan di tahapan berikutnya. Alasan inilah yang menyebabkan saksi PKS menolak menandatangani Rekapitulasi Suara DPR-RI Dapil Jabar 7.

Kericuhan yang terjadi pada saat Rekapitulasi di PPK Tambun Selatan dan tingkat KPUD Kabupaten Bekasi diduga kuat karena panitia PPK yang tidak profesional dan bekerja di bawah standar. Panitia PPK terindikasi bermain mata.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak Partai Nasdem.

#NasDem   #PKS   #Bekasi